Cepat kenali musuh kulitmu sebelum terlambat!
Bagi kamu yang sering beraktivitas di luar ruangan, sinar matahari adalah faktor eksternal yang perlu diwaspadai. Sinar matahari sebetulnya bukan musuh kulit kita karena membantu sintesis vitamin D. Akan tetapi jika intensitasnya berlebihan, sinar matahari bisa membuat kulit terbakar.
1. Sinar UV-A
Sinar ini adalah penyusup yang tenang tapi mematikan. UV-A mampu menembus hingga lapisan dermis (lapisan kulit dalam). Efeknya tidak langsung terlihat, tapi dalam jangka panjang akan merusak kolagen, menyebabkan keriput dan flek hitam
2. Sinar UV-B
Yang ini lebih agresif secara visual. UV-B merusak lapisan epidermis (lapisan luar). Dialah biang kerok kulitmu terasa perih, merah, dan berubah jadi gosong setelah berjemur.
Bukan sekadar masalah kecantikan tetapi masalah kesehatan! Sinar UV-A dan UV-B yang berlebihan bisa merusak DNA kulit dan meningkatkan risiko kanker kulit.
Agar mudah diingat, UV-A menyebabkan Aging (penuaan) dan UV-B menyebabkan Burning (terbakar).
Tapi kan aku bekerja di dalam ruangan, aman dong?
Eits jangan salah! Bekerja di dalam ruangan bukan berarti kamu bebas dari ancaman. Sinar UV-A tetap bisa menembus kaca jendela.
Tenang ada benteng pertahanannya kok.
Kulitmu berubah menjadi gelap
atau gosong setelah terkena sinar matahari. Itu bukan sekadar perubahan warna
melainkan tanda bahwa benteng kulitmu sedang berjuang keras melindungi dirinya sendiri. Nama benteng pertahanan itu adalah melanin.
Melanin merupakan pasukan payung alami kulit yang diproduksi oleh sel melanosit sebagai tameng pelindung. Begitu sinar UV menyentuh kulit, melanosit bekerja lembur menghasilkan pigmen gelap ini untuk menyerap radiasi dan mengubahnya menjadi panas yang tidak berbahaya agar sel tidak bermutasi menjadi kanker.
Jangan biarkan kulitmu berjuang
sendirian!
Melanin tidak bisa menyerap 100% radiasi. Jika kulit dipaksa memproduksi melanin terus menerus tanpa bantuan, sel kulit akan stres, kolagen rusak (keriput), dan risiko kanker meningkat. Nah kita bisa memperoleh bantuan ini dari produk kosmetik yaitu sunscreen.
Sunscreen membantu melanin
agar tidak bekerja terlalu keras. Sehingga bisa terhindar dari flek hitam atau
warna kulit yang tidak merata (hiperpigmentasi). Sunscreen bekerja dengan dua
cara, tergantung jenis kandungannya:
Physical sunscreen: sinar UV yang
datang akan langsung dipantulkan kembali ke udara sebelum sempat menyentuh
kulit.
Chemical sunscreen: sinar UV
dibiarkan masuk ke lapisan atas kulit, lalu senyawa kimia ini akan menangkap
sinar tersebut, mengubah energinya menjadi panas, dan melepaskannya dari kulit.
Lalu apa maksud dari SPF dan PA
yang biasa ada di kemasan produk sunscreen?
SPF (Sun Protection Factor): indikator seberapa baik sunscreen melindungi kulit dari sinar UV-B. Angka di belakangnya menunjukkan seberapa lama kulitmu terlindungi. Misalnya SPF 30 itu menunjukkan perlindungan selama 300 menit (5 jam).
Jadi misalnya kita akan bekerja di luar ruangan seharian penuh, berarti kita butuh SPF 50 atau 50+.
PA (Protection Grade of UV-A): indikator perlindungan terhadap sinar UV-A. Tanda + menunjukkan tingkat kekuatannya. Semakin banyak plusnya, semakin tinggi tingkat perlindungannya.
Gimana? Sudah bisa memilih sunscreen sesuai kebutuhan kan?
Komentar
Posting Komentar