Pakai produk kosmetik murah tanpa cek sertifikat halal dan BPOM? Hati-hati bikin masalah baru buat kulit dan hidupmu!
Berdasarkan sumbernya, bahan yang digunakan dalam produksi kosmetik berasal dari beberapa materi yaitu mikroba, tumbuhan, hewan, kimia sintetik, dan bagian tubuh manusia. Setiap bahan tersebut memiliki status kehalalan yang berbeda pula. Ada yang tergolong halal (suci), haram (najis), serta golongan syubhat (meragukan) yang butuh penentuan dari kajian dan fatwa para ulama.
Umumnya, bahan kosmetik yang berasal dari tumbuhan adalah halal, kecuali jika bahan tambahan dan proses pembuatannya diragukan status kehalalannya, seperti gliserol yang diproduksi dari hidrolisis minyak nabati dengan enzim lipase yang diambil dari pankreas babi. Bahan kosmetik yang barasal dari hewan haram, tergolong produk kosmetik haram (najis). Misalnya hewan disembelih tidak sesuai syariat islam, dan mengandung babi. Bahan kosmetik kimia sintetik dapat dikatakan halal apabila bahan dasar ataupun tambahan sudah dipastikan halal. Akan tetapi bahan kosmetik yang berasal dari bagian tubuh manusia termasuk haram seperti, rambut bahkan plasenta.
Selain itu, ada pula yang perlu dipastikan kehalalannya seperti produk kosmetik yang berasal dari bioteknologi. Pada bioteknologi, media pertumbuhan mikroba perlu dipastikan karena biasanya terbuat dari hewan.
Bahan-bahan kosmetik non-halal yang perlu diwaspadai biasanya lemak, kolagen, gelatin, alkohol, dan plasenta.
|
No |
Jenis |
Contoh |
|
1. |
Bahan kimia yang dibatasi penggunaannya |
Chlorofluorocarbon propellants Chloroform Halogenated salicylanilides Mercury compounds Methylene chloride Prohibited cattle materials Vinyl chloride Zirconium-containing complexes |
|
2. |
Bahan yang berasal dari serangga |
Carminedye (Cochineal: E1 20 or Natural Red 4) Crimson dye (from kermes vermilio) Laccaic acid Beeswax |
|
3. |
Bahan deritative manusia |
Amniotic Fluid Growth factors Placenta |
|
4. |
Bahan yang berasal dari babi |
Amniotic Fluid Gelatin Growth factors Placenta |
Lalu apakah produk yang halal sudah pasti lulus sertifikasi BPOM? Dan apakah produk yang tersertifikasi BPOM sudah pasti halal?
Jawaban sederhananya, TIDAK
Sebenarnya, yang membedakan antara produk tersebut tersertifikasi halal atau BPOM itu berdasarkan cara menilainya.
Sertifikasi halal di Indonesia dinaungi oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Produk dinilai berdasarkan sumber bahan, cara memperoleh bahan, proses pengolahan hingga distribusinya sesuai dengan syariat islam.
Sementara Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan produk aman digunakan untuk memastikan keselamatan dan kesehatan konsumen. BPOM telah menetapkan bahan-bahan berbahaya yang tidak boleh ada pada kosmetik, yaitu merkuri, hidrokinon, asam retinoat, deksametason, klindamisin, serta pewarna merah K3 dan merah K10.
Komentar
Posting Komentar