Jangan Tertipu Janji Manis di Kemasan Makanan dan Minuman!
Pernah terpikat tulisan Low
Fat atau High Vit di kemasan snack favorit?
Hati-hati, itu tandanya kamu mungkin sedang terhipnotis strategi marketing.
Memang apa yang salah? Bukannya bagus? Nah, kata-kata sesimpel itu juga butuh
kepastian lho!
Sebagai orang yang hobi makan
tapi tetap ingin menjaga berat badan, nyemil itu sebenarnya bukan dosa kok.
Kuncinya cuma satu, Tahu Batasan. Biar tetap aman, kamu harus paham berapa
kalori yang benar-benar masuk ke tubuhmu.
Tubuhmu Adalah Gudang Logistik
Anggaplah tubuhmu seperti sebuah
Gudang. Jika barang yang masuk terus-menerus melebihi kapasitas simpan, gudang
tersebut tidak akan muat dan akhirnya bermasalah. Dalam Bahasa tubuh, kapasitas
ini diukur dengan kalori. Jika pasokan energi (makanan atau minuman) dari luar
berlebihan, disitulah titik awal masalah kesehatan.
Mari kita mulai dari hal kecil: Belajar Membaca Label Kemasan. Banyak orang bingung kenapa berat badan tetap naik padahal sudah makan snack yang katanya rendah kalori. Masalahnya seringkali ada pada ketidakmampuan membedakan Kalori Sajian dengan Kalori Total.
Jangan langsung percaya angka
yang tertera di depan. Kalau mau tahu kenapa, perhatikan detail ini:
Takaran saji: takaran
makanan dan minuman yang disarankan dalam satu kali konsumsi.
Kalori: satuan energi sebagai ukuran jumlah energi yang didapat tubuh dari makanan dan minuman untuk beraktivitas.
160 kkal x 15 = 2400
kkal
(Waaah, Hampir setara dengan 4 kali porsi makan besar!)
Ingat ya! bukan hanya kalori saja tetapi semua keterangan label nutrisi dibelakang ini hanya untuk satu takaran saji, jika ingin mengatahui berapa jumlah nutrisi yang masuk tinggal dikalikan dengan jumlah sajian perkemasan.
Contoh, dilabel tertera protein 2g berarti untuk satu kemasan itu jumlah total protein adala 2g x 15= 30g (kita ambil contoh 15 takaran saji).
Setelah paham kalori, tips
selanjutnya yang tak kalah penting Adalah mengecek Komposisi. Banyak
orang mengabaikan bahan penyusun produk. Padahal, sesuai regulasi:
Bahan yang ditulis paling
depan Adalah bahan dengan persentase atau jumlah paling besar
Kasus Kecap: jika tulisan
pertamanya adalah Gula, dan kacang kedelai ada diurutan paling
dibelakang, itu artinya kamu bukan makan kecap, tapi makan gula rasa kedelai.
Gimana nih? setelah tau
informasi ini, masih ga mau baca label belakang kemasan? Cuma 30 detik kok.
Lebih baik waspada daripada kecolongan kalori kan?
Dunia marketing memang seringkali
manis di depan, tapi pahit di belakang. Jangan mudah percaya dengan embel-embel
Kesehatan yang mentereng di bagian depan kemasan.
Jadilah konsumen yang cerdas
dengan selalu membalik kemasan dan membaca fakta yang sebenarnya di tabel
nutrisi. Dengan memahami apa yang masuk ke tubuh, hobi nyemilmu jadi tetap
terkontrol dan aman!
Komentar
Posting Komentar